Sijunjung, TARGETINDO.Com – Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap insan manusia, oleh karena itu seluruh pihak khususnya pemerintah harus ikut bertangguungjawab terhadap ketersediaan pangan di tingkat masyarakat. Adhikarya Pangan Nusantara (APN) mulai dilaksanakan sejak tahun 2011 dan rutin dilaksanakan setiap tahun. Namun sejak wabah Covid 19 melanda (2020-2021), kegiatan penilaian ini untuk sementara ditiadakan.
Sebelumnya, pemberian penghargaan dilakukan oleh Pemerintah dalam bentuk lomba intensifikasi pertanian sejak tahun 1979. Tahun 2022 ini, penilaian APN kembali diadakan guna memberikan motivasi, semangat dan mendorong kreatifitas serta partisipasi masyarakat untuk mengambil peran lebih besar dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan.
Selain hal tersebut, APN ini adalah juga untuk memotivasi aparatur pemerintah untuk memacu mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan ketahanan pangan daerah.
Menindaklanjuti surat Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat Nomor 520/624/PANGAN/2022 tanggal 12 Mei 2022 Perihal Penyampaian Usulan Calon penerima Penghargaan Adhilarya pangana Nusantara (APN) Tahun 2022, kabupaten Sijunjung mengutus 3 utusan yang mewakili tiga (3) kategori yaitu Kategori Pelayan Ketahanan Pangan dengan utusan Aries Dwi Poetra, SP, Penyuluh Pertanian Wilayah Binaan Limo Koto III, Kecamatan Koto VII, Kategori Pelaku Ketahanan Pangan dengan utusan KWT Mandiri, nagari Limo Koto Kecamatan Koto VII dan Kategori Pembina Ketahanan Pangan dengan utusan Bp. Zainal, SPdI, Wali Nagari Guguak Kecamatan Koto VII.
Penilaian dan verifikasi oleh Tim Penilai Tk Provinsi untuk ketiga kategori di Kabupaten Sijunjung telah dimulai sejak hari Selasa tanggal 26 Juli 2022 dengan 2 kategori, yaitu Pelayan Ketahanan Pangan dan Pelaku Ketahanan Pangan. Berlokasi di Sekretariat KWT Mandiri Jorong Batu Balang, Nagari Limo Koto Kecamatan Koto VII. Tim Penilai Dipimpin oleh Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat. Dihadiri oleh Camat bersama Forkompinca Koto VII dan Kepala Dinas Pangan dan Perikanan beserta jajaran.
Dalam paparannya, Aries Dwi Poetra sebagai Pelayan Ketahanan Pangan telah menyampaiakn berbagai inovasi dan kemudahan dalam memberikan pelayanan terhadap kelompok tani beserta anggotanya, seperti pembinaan serta fasilitasi lain terkait akses pendukung terwujudnya peningkatan produksi pangan. Selain itu juga disampaikan berbagai inovasi seperti pengolahan pisang kepok tanjung, pelatihan produksi kelengkeng di luar musim, sistem pengairan dll. Inovasi inovasi ini telah dilakukan secara nyata di lapangan.
KWT Mandiri, sebagai utusan Kabupaten Sijunjung dalam kategori Pelaku Ketahanan Pangan, memaparkan berbagai kegiatan pengolahan pangan berbasis sumberdaya lokal non beras non terigu yang telah mampu memberikan peningkatan kesejahteraan bagi anggota maupun masyarakat sekitar.
Jenis olahan yang telah mampu mengisi kantin kantor, pasar lokal dan pasar kuliner antara lain: berbagai kue basah jajanan pasar (diproduksi setiap hari) dari bahan ubi, talas, sukun, tempe, tahu dll, dendeng pucuk ubi, pisang kipas (frozen), kerupuk laweh dan lain sebagainya.
Penilaian kategori Pembina Ketahanan Pangan di laksanakan pada hari Rabu, 10 Agustus 2022 berlokasi di Nagari Guguk kecamatan Koto VII. Tim Penilai dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, Ir. Effendi, MP dan disambut langsung oleh Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir.
Wali Nagari Guguk menyampaikan bahwa Nagari Guguk berkembang dan bertahan dalam nagari mandiri pangan dengan bertumpu pada sektor pertanian, diantaranya adalah padi, karet. sentra jeruk nipis, budidaya puyuh, budidaya sapi, serta pengembangan usaha dagang harian bagi masyarakat miskin yang telah dibina sejak tahun 2008.
Berbagai kegiatan yang mendukung bergeraknya usaha mikro selalu diupayakan oleh Wali Nagari sebagai upaya untuk tetap tahan pangan di atas gempuran pandemi covid 19 dan semakin tingginya harga pangan di tingkat masyarakat, seperti pelatihan bagi petani serta membangun balai pelatihan petani yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktifitas.
Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat berharap, Kabupaten Sijunjung selalu berkoordinasi dalam hal kerawanan pangan, khususnya disaat terjadi bencana alam, dan dalam kesempatan ini pula Bupati Benny Dwifa menyambut dengan baik hal tersebut, serta berharap seluruh Wali Nagari mampu memotivasi dan menggerakkan masyarakat untuk selalu berupaya meningkatkan pendapatan dan mampu menyediakan pangan secara mandiri, dikala kondisi pangan sedang mengalami kerawanan
Isu stunting yang saat ini menjadi isue penting di Kabupaten Sijunjung, diharapkan menjadi perhatian utama seluruh pemangku kepentingan agar segera terwujud penurunan angka stunting di Sijunjung, melalui penanganan pangan yang baik.
Kita semua berharap, penilaian Adhikarya Pangan Nusantara ini memberikan hasil terbaik dan memberikan dampak baik bagi penanganan pangan yang ada di Sijunjung. (**)
infopublik.sijunjung.go.id.


